Rumah Dokter yang Desainnya Kalcer

Hunian seluas 185m2 milik seorang dokter muda bernama Bayu ini awalnya merupakan kontrakan tua yang direnovasi total menjadi hunian bergaya industrial tropis dan penuh spot estetis. Fasad rumahnya tampil berkarakter dengan dominasi warna hitam serta penggunaan material unfinished seperti dinding kamprot dan batu alam.

Sebelum melangkah ke dalam pintu utama, terdapat teras semi outdoor yang dirancang layaknya coffee shop. Area ini difungsikan sebagai area penerima tamu sekaligus tempat berkumpul yang dilengkapi kursi dan meja untuk mempertegas karakter estetis.

Begitu melangkah ke dalam, langsung terlihat area living, dining, dan kitchen yang dirancang open plan dengan penataan area dining di bagian depan. Penggunaan island bar yang dipadukan dengan bar stool semakin mempertegas konsep estetika yang dinamis dan menjadikannya tempat ideal untuk bersantai.

Di sebelah area dining terdapat taman kering yang dilengkapi skylight sebagai sumber pencahayaan alami dan menambah kesan sejuk pada ruangan.

Area dapur rumah ini dirancang lurus segaris dengan kitchen set semi terbuka dan bagian bawahnya yang difungsikan sebagai area penyimpanan. Suasananya semakin terasa hangat berkat perpaduan warna coklat dan hitam pada area dapur.


Suasana nyaman dan homey juga terasa pada area living yang dirancang artsy dengan perpaduan kabinet TV bernuansa coklat hingga sofa berkaki rendah berwarna kontras, sehingga menjadikannya area yang ideal untuk menonton film. Kehadiran pintu kaca besar menjadi pembatas visual yang menyajikan pemandangan sejuk ke arah taman belakang.

Nuansa berbeda terasa saat memasuki area kamar tidur utama berukuran 3 x 4 meter yang didesain nyaman dengan perpaduan dinding bata herringbone berwarna terracotta dan motif beton yang semakin memperkuat kesan industrial. Suasana kamar terasa sejuk dan terang berkat hadirnya bukaan kaca lebar yang mengarah langsung ke area taman belakang.

Kamar mandi utamanya dirancang maskulin dengan dominasi warna abu-abu dan putih serta pembagian zonasi untuk area basah dan area kering.

Penggunaan material dinding bata herringbone berwarna terracotta kembali terlihat pada area tangga yang dipadukan dengan pijakan tangga bernuansa coklat sehingga memberikan pengalaman ruang yang berbeda pada area transisi menuju ke lantai dua.

Lantai dua rumah ini difungsikan secara penuh sebagai area bersantai terbuka yang menyajikan pemandangan langsung ke arah danau. Perpaduan material unfinished dan tanaman tropis juga turut menciptakan nuansa bersantai yang alami dan sejuk.

Terdapat taman terbuka di bagian belakang rumah yang juga dirancang seperti coffee shop serta dilengkapi skylight sebagai sumber sirkulasi udara dan pencahayaan alami.
Rumah bergaya industrial tropis ini tampil berkarakter dengan mengekspos material alami yang dipadukan secara harmonis dengan sentuhan personal yang unik. Tata ruangnya memanfaatkan bukaan kaca lebar sebagai sumber sirkulasi dan pencahayaan alami sehingga menciptakan suasana rumah yang sejuk dan terang.
Klik tautan di bawah untuk melihat video selengkapnya di YouTube WicakMifta!
Photographer: WM


