Rumah Japandi 6 Meter yang Hangat dan Nyaman

Hunian yang berdiri di lahan 83m2 milik pasangan Doddy dan Filuth ini dinamai Rumah Kantong. Filosofi tersebut diambil dari bentuk lahannya yang terlihat seperti “mengantong”.

Dari depan, sekilas rumah ini memiliki bentuk yang sama dengan bangunan di kanan kirinya. Namun lahan kantong tersebut membuat rumah ini seperti berbentuk trapesium. Fasadnya tampil bergaya industrial berwarna abu-abu dengan paduan dinding tekstur, aksen roster, serta taman minimalis yang teduh pada area depan.

Begitu melangkah masuk, suasananya terasa berbeda dengan area depan. Interiornya mengusung konsep Japandi yang hangat dengan kombinasi warna coklat dan putih. Area living, dining, dan kitchen dirancang open plan sehingga menciptakan kesan ruangan yang lapang dan menyatu secara mengalir dari area ruang keluarga hingga dapur.


Untuk menyiasati ruang yang terbatas, penataan area living dirancang ringkas dengan sofa letter L dan kabinet kayu yang difungsikan sebagai kabinet TV sekaligus storage. Area ini juga terintegrasi dengan sistem smart home untuk mempermudah aktivitas sehari-hari, mulai dari smart door lock pada pintu utama hingga automasi tirai dengan sensor sehingga dapat terbuka atau tertutup secara otomatis.

Terletak di area transisi antara ruang keluarga dan dapur, ruang makan ini menghadirkan suasana yang intimate dan cozy. Penggunaan elemen kayu bernuansa coklat yang dipadukan dengan lampu gantung berdesain khas Jepang memberikan kesan ruang makan yang tenang dan nyaman.


Area dapur mengusung layout segaris yang compact serta dilengkapi kitchen island yang difungsikan sebagai mini bar. Lampu dapur rumah ini dibekali teknologi smart home sehingga dapat menyala dan mati otomatis melalui sensor gerak. Kehadiran skylight dan bukaan ke arah taman samping juga turut membuat area dapur terasa terang.

Berada di lahan kantong, area ini menghadirkan suasana yang asri dan menenangkan. Dikelilingi tanaman hijau dan batu-batuan, taman ini menjadi sumber sirkulasi yang mengalirkan udara segar ke dalam ruangan.

Kamar tidur utama di lantai dua menghadirkan nuansa yang tenang dan hangat melalui pengaplikasian elemen kayu pada interiornya. Sementara sobekan miring di sudut ruangan berhasil dimaksimalkan sebagai nakas. Area ini juga terasa lapang dan terang berkat bukaan jendela besar yang menghadap langsung ke pemandangan depan rumah.

Berbeda dari ruangan lainnya, kamar anak didesain dengan dinding yang dipenuhi lukisan mural berwarna pastel sehingga menghadirkan suasana yang ceria namun tetap fungsional.

Kamar mandi utama rumah ini dirancang serba putih sehingga menampilkan kesan lapang, clean, dan terang. Suasana sejuk dan alami juga terasa berkat penataan tanaman hijau di beberapa sudut kamar mandi.


Selain terdiri dari area komunal dan area privat di lantai dua, rumah ini juga dilengkapi dengan ruang kerja yang menyajikan suasana produktif namun tetap menenangkan. Area tersebut ditata dengan setup meja kerja ganda. Sementara area sudutnya difungsikan sebagai area penyimpanan mainan yang ditata rapi.

Area servis rumah ini diposisikan di area terbuka sehingga mendapatkan sinar matahari yang maksimal. Pemasangan sekat second skin juga berfungsi untuk menjaga privasi area jemur tanpa mengorbankan estetika tampilan rumah dari luar.

Di sebelah area servis terdapat balkon terbuka dengan decking bermaterial srasah yang ramah lingkungan. Dikelilingi pemandangan pepohonan yang asri, area ini menjadi tempat yang cocok untuk bersantai di pagi atau sore hari.
Berdiri di lahan terbatas, rumah ini berhasil ditata menjadi hunian yang nyaman dan fungsional. Penerapan konsep open plan serta penggunaan furnitur multifungsi untuk area penyimpanan berhasil membuat ruangan terasa lapang. Kenyamanan rumah ini semakin optimal berkat integrasi smart home yang mempermudah aktivitas sehari-hari.
Klik tautan di bawah untuk melihat video selengkapnya di YouTube WicakMifta!
Project tahun: 2020
Photographer : WM


.jpg)