Rumah Lebar 3,5 Meter Tanpa Dinding dan Plafon

Hunian yang berdiri di lahan terbatas seluas 77m2 ini dirancang oleh Ario Wirastomo, arsitek PSA Studio menjadi hunian compact yang tidak hanya unik tapi juga nyaman dan fungsional sebagai rumah tinggal.

Mengusung konsep split level dengan material serba ekspos, rumah ini dirancang tanpa dinding bata masif konvensional dan plafon. Fasad rumahnya tampil memikat dengan pemanfaatan genteng tanah liat sebagai second skin untuk menjaga privasi penghuni sekaligus mengoptimalkan sirkulasi udara ke dalam rumah.

Saat melangkah ke area entrance, kesan industrial sangat terasa melalui pemanfaatan struktur baja, lantai hebel ekspos, hingga bukaan kawat ram untuk sirkulasi silang.

Begitu melangkah ke dalam, terdapat ruang tamu yang dirancang terbuka dan difungsikan sebagai area komunal untuk berkumpul atau menonton film. Penggunaan lantai bernuansa coklat juga turut menciptakan kesan hangat pada ruangan.

Meski lebar lahan hanya 3,5 meter, namun kamar tidur utama berhasil dirancang nyaman dan lapang berukuran 3 x 4 meter serta dilengkapi bukaan kaca besar untuk sirkulasi udara dan pencahayaan alami.

Dengan penataan ruang yang efisien, kamar tidur utama juga mendapatkan akses ke taman kering sehingga kamar tetap terasa sejuk dan tidak terkesan pengap.

Kamar mandi lantai satu tampil compact dan fungsional dengan pemisahan area basah dan area kering. Kesan lapang dan clean juga terasa pada area ini berkat perpaduan material berwarna coklat dan putih pada bagian dinding.

Tangga depan di lantai satu yang menjadi akses menuju ke lantai dua dirancang fungsional dengan penggunaan material plat grating pada pijakan tangganya untuk memberikan tampilan nuansa industrial. Selain mempertegas karakter arsitektur bangunan, tangga ini juga berfungsi sebagai jalur yang memudahkan akses langsung dari area depan ke lantai dua tanpa harus melintasi area privat di lantai dasar.

Sesampainya di lantai dua, terdapat koridor yang berfungsi sebagai akses menuju ke area dining yang menyatu dengan dapur.


Suasana hangat terasa pada area dining dan kitchen berkat kombinasi material bernuansa coklat dan hitam serta pencahayaan bernuansa warm. Area dapurnya mengusung konsep dapur segaris yang bersih dan fungsional dengan pemanfaatan kitchen set built-in. Sementara area bawah tangga juga dimanfaatkan secara maksimal sebagai area penyimpanan.

Melangkah dari dapur, terdapat koridor yang menjadi penghubung ke area living. Koridor ini dilengkapi planter box yang menciptakan suasana sejuk dan memperkuat kesan tropis pada hunian.

Suasana area living lantai dua dirancang lebih personal dan intimate sebagai area bersantai keluarga. Bukaan kaca lebar membuat area ini tetap sejuk dan terang meski ruangannya tidak terlalu luas.

Akses tangga menuju ke lantai tiga didesain senada untuk melanjutkan bahasa desain dari lantai sebelumnya dengan tetap memaksimalkan pencahayaan alami agar koridor tangga tidak terasa sempit atau gelap.


Kamar anak pertama dirancang berkonsep mezzanine dengan penataan kasur di bagian atas serta lemari dan meja belajar di bagian bawah untuk menciptakan pengalaman ruang yang berbeda. Area ini juga dilengkapi dengan bukaan kaca lebar yang mengalirkan udara segar serta pencahayaan alami yang cukup sehingga kamar terasa terang.

Di koridor penghubung antar kamar, terdapat tanaman tropis yang ditata di dalam planter box. Dalam perancangannya, Ario berkolaborasi dengan arsitek landscape untuk mengkurasi jenis vegetasi yang tidak hanya selaras dengan estetika bangunan, tapi juga adaptif dan low maintenance sehingga dapat menghidupkan suasana tropis tanpa membebani pemilik rumah dalam perawatan hariannya.


Berbeda dengan kamar pertama, kamar anak kedua memiliki penataan yang fleksibel dan terkesan lapang. Dominasi warna dan material bernuansa kayu menciptakan atmosfer ruang yang tenang dan nyaman untuk beristirahat.


Tata letak furnitur kamar anak ketiga memanfaatkan setiap sudut ruang secara optimal agar tetap menyisakan area lantai yang lapang. Kehadiran pencahayaan alami dan sirkulasi udara yang baik dijaga melalui bukaan kaca lebar yang mengarah langsung ke balkon.

Area servis rumah ini diletakkan secara terpisah di sudut rumah agar tidak mengganggu keindahan ruang-ruang utama. Ruangan ini mencakup area cuci, jemur, serta akses khusus staf rumah tangga sehingga alur operasional rumah berjalan efektif dan privat.
Sebagai arsitek, Ario berhasil menjawab tantangan dalam merespons keterbatasan lahan dan mengolahnya menjadi hunian yang nyaman dan fungsional dengan memaksimalkan tata letak dan material sehingga rumah tampak sejuk, lapang, dan terang. Hunian ini sekaligus dapat menjadi inspirasi rumah tropis dengan massa bangunan yang unik di lahan terbatas.
Klik tautan di bawah untuk melihat video selengkapnya di YouTube WicakMifta!
Arsitek: PSA Studio
Interior: PSA Studio
Photographer: WM


.jpg)