Rumah Mungil 60m2 yang Unik dan Menarik

Hunian seluas 60m2 milik pasangan Munggara dan Dhea ini awalnya merupakan bangunan lama yang kemudian direnovasi pada 2022 menjadi rumah dua lantai dengan memadukan konsep brutalism dan minimalis.

Bagian fasadnya dirancang tinggi dan masif bernuansa warna putih dengan sedikit sentuhan warna pop-up biru dan kuning serta elemen garis lengkung yang memberikan kesan tampilan minimalis dan playful.

Melangkah ke area entrance, terdapat aksen bukaan ke area servis yang dirancang berbentuk lingkaran warna biru dan dapat diputar 360 derajat. Sementara pintu utamanya tampil minimalis dengan warna hitam.

Suasana berbeda terasa begitu melangkah dari pintu utama. Area foyer yang menjadi focal point rumah ini tampil mencolok dengan dominasi warna biru pada lemari penyimpanan dan lantai. Selain difungsikan sebagai area penerima tamu, area ini juga dirancang sebagai storage.


Untuk menyiasati ruang yang terbatas, area living, dining, dan kitchen dirancang open plan dengan kombinasi warna putih dan pop-up sehingga menciptakan kesan lapang dan playful. Kehadiran lampu gantung dengan aksen melengkung juga turut menambah kesan artistik pada ruangan.

Persis di sebelah area living, terdapat dapur yang didesain bernuansa biru–senada dengan elemen desain rumah secara keseluruhan. Area ini juga dilengkapi dengan kabinet tertutup setinggi langit-langit untuk menyimpan peralatan masak sehingga tampilannya clean.

Ruang makan rumah ini dirancang compact dan efisien dengan memanfaatkan area bawah tangga. Area transisi menuju ke lantai dua ini cukup mencuri perhatian karena didesain menggunakan kombinasi material plat besi perforated dan fiber semen yang dicat warna kuning cerah sehingga menciptakan elemen transisi yang hidup dan ikonik.


Melangkah ke lantai dua, terdapat area kerja yang dirancang ringkas dengan kursi berwarna hijau kontras.

Koridor lantai dua ini menyajikan suasana yang hangat, kreatif, dan sangat personal berkat perpaduan warna kuning cerah pada pintu-pintu lengkung dan pencahayaan yang ditata apik. Area ini bertransformasi menjadi galeri seni di mana dindingnya dipenuhi dengan beberapa hasil karya seni sang pemilik rumah.


Kamar tidur utama didesain dengan lorong masuk yang diberi cermin besar dan lemari pakaian yang didesain sejajar dengan dinding. Suasananya hangat sekaligus playful berkat pemilihan warna cerah pada furnitur. Kehadiran bukaan kaca lebar di sudut kamar membuat area ini terasa sejuk dan terang. Bagian bawah dinding juga didesain memiliki bukaan dengan kaca frosted untuk menjaga privasi dari luar.

Kamar anak laki-laki tampil ceria dengan dominasi warna biru dan bentuk kasur geometris bertingkat yang tidak terkesan kaku. Kehadiran meja belajar berdesain asimetris yang diposisikan menghadap ke bukaan juga membuat area ini terasa terang dan suasananya seperti area bermain yang menyenangkan.

Berbeda dengan kamar anak laki-laki, kamar anak perempuan didesain dengan warna-warna pastel yang cenderung lebih soft dan feminin. Meski ruangannya tidak terlalu luas, namun area ini berhasil dimaksimalkan menjadi ruangan yang sejuk dan terang berkat bukaan jendela berukuran besar yang diposisikan di dekat kasur.

Kamar mandinya dirancang serba putih untuk memberikan kesan lapang dan tidak pengap di area yang terbatas. Sentuhan material terrazzo pada lantai dan elemen warna kuning pada cermin berfungsi untuk menjaga keselarasan seluruh desain rumah ini.
Rumah seluas 60m2 ini berhasil memaksimalkan lahan terbatas melalui konsep open plan serta memanfaatkan setiap sudutnya secara fungsional untuk area penyimpanan.
Perpaduan warna pop-up dan furnitur modular juga turut memberikan karakter unik. Hunian ini sekaligus membuktikan bahwa keterbatasan lahan tidak menjadi halangan untuk menciptakan rumah tinggal yang nyaman, fungsional, serta kaya akan kreativitas penghuninya.
Klik tautan di bawah untuk melihat video selengkapnya di YouTube WicakMifta!
Lokasi: Jakarta
Interior : worktocreate
Photographer : WM


